CERITA INSPIRASI MPKMB 47

CERITA INSPIRASI ORANG LAIN

Kedua orang tuaku mempunyai teman kerja kebetulan ayahku dahulu sekantor dengan suaminya dan mamaku dahulu sekantor dengan istrinya. Walaupun sekarang sudah tidak bekerja bersama lagi namun hubungan keluargaku dengan keluarga itu sangatlah harmonis. Aku sering mendengar cerita tentang anak dari teman orang tuaku itu. Cerita itu sangatlah menarik buat aku karena bisa menjadi motivasi aku untuk bisa menjadi seperti anak-anaknya. Anak pertama mereka seorang perempuan yang terkenal pandai berkuliah di fakultas kedokteran di sebuah perguruan tinggi negeri di daerah Surakarta,Solo. Cukup membanggakan karena di perguruan tinggi negeri itu sangat terkenal dengan biaya kedokteran yang paling murah di Indonesia. Sebelumnya ayahku menyuruhku untuk mengikuti jejak anak dari temannya tersebut tetapi aku ragu, apakah aku sanggup?akhirnya aku memilih untuk memilih jalan pilihanku sendiri. Sekarang anak dari teman orang tuaku tersebut sudah selesai menjalankan pendidikannya tersebut dan sudah bekerja di sebuah rumah sakit internasional di kota Bekasi. Dahulu aku sempat terlintas ingin menjadi dokter tapi, aku sendiri masih takut dengan jarum suntik cukuplah keinginan ini aku pendam mungkin ini bukan yang terbaik buat aku. Suatu saat teman dari mamaku menghubungi mamaku, beliau memberitahu mamaku bahwa anaknya akan melanjutkan ketingkat spesialis sebentar lagi. Waahhhh betapa terpukaunya aku mendengarnya padahal belum lama ia menyelesaikan pendidikannya. Keluarga teman orang tuaku sangatlah kurang beruntung karena suaminya sudah lama terkena stroke hingga beliau tidak bekerja lagi karena sudah tidak bisa braktivitas sama sekali. Yang mencari nafkah hanya istrinya dan ternyata ini tidak membuat keluarga itu patah semangat. Walaupun hanya istrinya yang mencari nafkah namun ia mampu membiayai hingga pendidikan setinggi-tingginya kepada kedua anaknya dan anaknya pun tumbuh sebagai kebanggaan keluarga yang patut di contoh oleh orang lain. Anak kedua mereka seorng pria berkuliah di sebuah perguruan tinggi negeri ternama di Yogyakarta dengan mengambil mayor teknik elektro. Beberapa bulan yang lalu aku di beritahu oleh ayahku bahwa anak laki-laki temannya tersebut mendapatkan tawaran oleh BJ.Habibie mantan presiden orde lama tersebut untuk melanjutkan kuliah dan bekerja di Jerman. Betapa terpukaunya aku mendengar berita tersebut namun tawaran tersebut ditolaknya. Ia beralasan bahwa tidak mau meninggalkan keluarganya terutama ayahnya yang sedang sakit stroke. Ia merasa mempunyai kewajiban untuk menjaga keluarganya. Alasan itu pun cukup mulia untuk menolak tawaran yang hanya bisa datang satu kali saja. Dari cerita tersebut terinspirasi aku untuk lebih giat  dalam mencari ilmu agar bisa menjadi kebanggaan walaupun bukan kebanggaan orang lain tapi bisa menjadi kebanggaan keluarga pun sudah menjadi kepuasan sendiri buat aku agar semua pengorbanan dan kerja keras orang tuaku untuk membesarkanku dan juga membiayai pendidikan aku tidak berakhir sia-sia.

CERITA INSPIRASI DIRI SENDIRI

Semua berawal dari kegagalanku untuk masuk sekolah negeri. Waktu itu dimana sedang sibuk-sibuknya mendaftar di sekolah menengah pertama negeri di Bekasi. Aku benar-benar bingung waktu itu karena belum tau banyak sekolah negeri di daerah aku. Akhirnya ayah aku merekomendasikan sekolah negeri yang sangat jauh dari tempat tinggal aku. Aku pun setuju-setuju saja mengikuti keinginan ayahku. Hari test sekolah negeri pun tiba, pada tahun kelulusan sekolah dasar  nilai nem itu sangatlah tidak terpengaruh untuk mendaftar disekolah negeri hanya lewat testlah penentuannya. Pada saat test keadaan fisik aku sangatlah kurang baik, batuk yang menyerang membuat gaduh diruangan test itu hingga konsentrasi aku terpecah. Saat pengumuman ternyata namaku tidak ada pada peserta yang lulus test. Betapa sedihnya aku rasanya aku ingin menangis karena disepanjang perjalanan pulang ayahku memarahi aku. Tak lama kemudian aku diantarkan oleh ayah ke sekolah swasta, sekolah yang sama sekali tidak ada bayangan dalam pikiranku. Ternyata aku didaftarkan disekolah itu dan langsung diterima tanpa proses yang panjang. Allah memang maha adil disekolah swasta itulah aku mendapatkan banyak prestasi yang selama ini belum pernah aku dapat. Prestasi di bidang akademik maupun non akademik, walaupun dulu waktu disekolah dasar aku juga pernah ikuti event-event yang menarik hingga aku bisa merasakan syuting untuk acara anak-anak disebuah stasiun tv. Hari kelulusan pun tiba dan masih ada keinginan aku untuk bersekolah di sekolah negeri. Kata guru-guru aku nilai rapot aku sangatlah bagus dan memenuhi untuk jalur khusus di sebuah sekolah sma negeri favorit dikota aku. Aku pun ikut penyeleksiannya dan ternyata  lolos, ternyata masih banyak tahapnya ada tahap test dan wawancara. Tahap test pun tiba dimana aku sangat siap dan bisa mngerjakannya etelah itu test wawancara. Betapa downya aku ketika tahu test wawancara yang sangat berperan besar masuk tidaknya di sekolah itu karena di wawancara tersebut mampu tidaknya aku untuk mengeluarkan uang untuk biaya pengembangan sekolah tersebut. Sejak saat itu keinginan aku untuk bersekolah disekolah itu berkurang sangat drastis. Aku hanya pasrah dengan nilai test aku, karena waktu test wawancara ayahku mengajukan uang seminimal mungkin dan itu pun sangat sedikit kemungkinan diterimanya. Setelah aku test disekolah negeri tersebut aku ikut test disekolah swasta yang terkenal bersih dan sangat elite di kota aku. Aku sangat suka disekolah swasta itu padahal biaya untuk sekolah disitu cukup besar tetapi orangtuaku sangat menyetujuinya dan akhirnya pun aku diterima disekolah itu. Tetapi orang tuaku masih menginginkan aku untuk bersekolah di sma negeri aku ikut lagi test regulernya. Memang Allah tidak menghendaki aku bersekolah disitu aku pun tidak diterima lagi. Disekolah swasta inilah aku mendapat banyak sekali pengalaman-pengalaman baik organisasi,meraih ranking pertama,bahkan lomba-lomba yang sangat menantang diriku. Sampai sekarang aku masih cinta dengan sekolah aku itu. Mamaku pernah bilang katanya tidak masalah dengan aku yang bersekolah diswasta padahal aku dulu pernah minder sekali katanya lagi asal nanti kuliahnya di negeri. Kata-kata itu yang membuat aku termotovasi untuk ikut pmdk, dari kelas satu sma aku belajar keras dengan les bimbel tiap minggunya agar nilai rapot aku bisa lolos seleksi pmdk. Pada akhirnya ada pengumuman pmdk ipb dan aku pun ikutan. Semua berkas-berkas aku siapin dan tidak lupa minta restu orangtua. Berkas  sudah dikirim tinggal menunggu hasilnya, aku hanya pasrah dan mengharap yang terbaik. Alhamdulillah  aku diterima bersama dua orang temanku betapa bahagianya aku bisa mewujudkan keinginan mamaku. Akhirnya kesabaran aku dalam menerima kegagalan semuanya sudah terjawab. Aku sangat berterima kasih kepada Allah karena kegagalan aku yang terdahulu menginspirasikan aku untuk lebih berusaha lagi dan terus berjuang demi apa yang aku cita-citakan.